Advertisement
London - Damon Albarn mengatakan kalau ia sudah tidak sanggup lagi tur dengan skala besar bersama Gorillaz. Albarn pun berencana mengistirahatkan proyek musiknya itu tahun depan.
Musisi yang juga vokalis band Blur itu tidak menyangka Gorillaz akan mengalami kesuksesan yang besar. Proyek musik yang dibangunnya bersama Jamie Hewlett pada 1998 itu dirasanya sudah melampaui ekspektasi mereka.
"Kami selalu berpikir, ketika kami sampai di titik dimana kami mendapatkan sesuatu, itulah waktu yang tepat untuk berhenti," ucapnya kepada Theage.com.
Saat ini Albarn dan Hewlett sedang menjalani rangkaian tur konser mereka untuk album terbaru Gorillaz, 'Plastic Beach'. Tur konser tersebut akan menjadi konser dengan skala besar yang terakhir.
Albarn akan memutuskan masa depan Gorillaz pada Januari 2011. Sementar tur konser mereka akan selesai pada 21 Desember mendatang.
"Akan sangat bagus untuk meninggalkan Gorillaz setelah tur selesai," tambah Hewlett.
Musisi yang juga vokalis band Blur itu tidak menyangka Gorillaz akan mengalami kesuksesan yang besar. Proyek musik yang dibangunnya bersama Jamie Hewlett pada 1998 itu dirasanya sudah melampaui ekspektasi mereka.
"Kami selalu berpikir, ketika kami sampai di titik dimana kami mendapatkan sesuatu, itulah waktu yang tepat untuk berhenti," ucapnya kepada Theage.com.
Saat ini Albarn dan Hewlett sedang menjalani rangkaian tur konser mereka untuk album terbaru Gorillaz, 'Plastic Beach'. Tur konser tersebut akan menjadi konser dengan skala besar yang terakhir.
Albarn akan memutuskan masa depan Gorillaz pada Januari 2011. Sementar tur konser mereka akan selesai pada 21 Desember mendatang.
"Akan sangat bagus untuk meninggalkan Gorillaz setelah tur selesai," tambah Hewlett.
BERBAHAN tempe busuk, nasi tumpang mempunyai cita rasa semangit yang memikat penggemarnya. Inilah salah satu kekayaan kuliner Indonesia. Dari bahan busuk, terciptalah masakan sedap mengundang selera.
Nasi tumpang populer di beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur, mulai dari Solo, Sragen, Klaten, Kediri, dan Nganjuk. Di DIY, nasi tumpang tak terlalu populer. Tak banyak penjualnya.
Salah satunya di warung makan ”Gandhok Solo” di Jalan Raya Tajem-Ngemplak, Sleman, tepatnya beberapa ratus meter utara Pasar Tajem. Sesuai namanya, warung makan kecil di antara sawah itu menjual berbagai masakan khas Solo.
Sepintas, nasi tumpang mirip nasi pecel. Bedanya, sayuran rebus pada nasi tumpang disiram kuah berbahan dasar santan dan tempe busuk. Di ”Gandhok Solo”, rasa kuah cenderung gurih dan diramu bumbu kencur, serai, daun salam, daun jeruk, bawang merah, dan bawang putih.
Ditambah lauk rempeyek rebon (udang kecil yang kering) dan telur mata sapi, membuat nasi tumpang hangat di Gandhok Solo makin sedap.
Asli Solo
Pemilik ”Gandhok Solo”, Ch Heny Triharwati (40), mengatakan, nasi tumpang buatannya mempertahankan versi asli Solo: rasa cenderung gurih plus kulit sapi (krecek) dan tahu. Ini beda dengan masakan lain yang menjadi manis saat ada di Yogya.
Masakan dipertahankan gurih agar nasi tumpang itu menjadi obat rindu bagi orang-orang Jawa Tengah yang kebetulan tengah berada di Yogya. ”Banyak orang asal Klaten, Solo, dan Sragen datang ke sini. Mereka bilang rasanya pas,” kata Heny, yang berasal dari Tawangsari, Sukoharjo, Surakarta, Jateng.
Heny memasak sambal tumpang dua hari sekali. Sekali memasak, ia butuh 25 kg tempe, campuran antara tempe biasa dan busuk. Khusus tempe busuk, perempuan dua putra itu membusukkan sendiri di rumahnya untuk menghasilkan rasa sempurna. ”Biasanya tempe umur 4-5 hari yang paling enak digunakan. Kalau tidak pas, rasanya pahit. Kalau beli sudah busuk sering kali rasanya pahit dan aroma tidak enak,” katanya.
Nasi tumpang di warung itu laku 10-15 porsi dalam sehari. Memang, nasi tumpang bukan masakan paling favorit di warung itu. Nasi timlo lebih laku, 20-30 porsi seharinya. Namun, setiap hari ada saja orang yang menanyakan masakan semangit itu.
Selain kedua masakan itu, Gandhok Solo mempunyai menu es dawet dan cao. Kedua minuman itu segar dan legit karena tetes tebu sebagai pemanis. ”Tetes tebu khusus saya datangkan dari Solo. Di Yogyakarta tidak ada yang jual,” kata Heny.
Saat erupsi Merapi, warung yang berjarak 22 km dari puncak Merapi itu tutup dua pekan. Selain ditinggal mengungsi, warung itu jadi tempat pengungsian. Baru dua hari ini kembali dibuka.Usai Merapi reda, nasi tumpang segera mengobati kerinduan.
Nasi tumpang populer di beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur, mulai dari Solo, Sragen, Klaten, Kediri, dan Nganjuk. Di DIY, nasi tumpang tak terlalu populer. Tak banyak penjualnya.
Salah satunya di warung makan ”Gandhok Solo” di Jalan Raya Tajem-Ngemplak, Sleman, tepatnya beberapa ratus meter utara Pasar Tajem. Sesuai namanya, warung makan kecil di antara sawah itu menjual berbagai masakan khas Solo.
Sepintas, nasi tumpang mirip nasi pecel. Bedanya, sayuran rebus pada nasi tumpang disiram kuah berbahan dasar santan dan tempe busuk. Di ”Gandhok Solo”, rasa kuah cenderung gurih dan diramu bumbu kencur, serai, daun salam, daun jeruk, bawang merah, dan bawang putih.
Ditambah lauk rempeyek rebon (udang kecil yang kering) dan telur mata sapi, membuat nasi tumpang hangat di Gandhok Solo makin sedap.
Asli Solo
Pemilik ”Gandhok Solo”, Ch Heny Triharwati (40), mengatakan, nasi tumpang buatannya mempertahankan versi asli Solo: rasa cenderung gurih plus kulit sapi (krecek) dan tahu. Ini beda dengan masakan lain yang menjadi manis saat ada di Yogya.
Masakan dipertahankan gurih agar nasi tumpang itu menjadi obat rindu bagi orang-orang Jawa Tengah yang kebetulan tengah berada di Yogya. ”Banyak orang asal Klaten, Solo, dan Sragen datang ke sini. Mereka bilang rasanya pas,” kata Heny, yang berasal dari Tawangsari, Sukoharjo, Surakarta, Jateng.
Heny memasak sambal tumpang dua hari sekali. Sekali memasak, ia butuh 25 kg tempe, campuran antara tempe biasa dan busuk. Khusus tempe busuk, perempuan dua putra itu membusukkan sendiri di rumahnya untuk menghasilkan rasa sempurna. ”Biasanya tempe umur 4-5 hari yang paling enak digunakan. Kalau tidak pas, rasanya pahit. Kalau beli sudah busuk sering kali rasanya pahit dan aroma tidak enak,” katanya.
Nasi tumpang di warung itu laku 10-15 porsi dalam sehari. Memang, nasi tumpang bukan masakan paling favorit di warung itu. Nasi timlo lebih laku, 20-30 porsi seharinya. Namun, setiap hari ada saja orang yang menanyakan masakan semangit itu.
Selain kedua masakan itu, Gandhok Solo mempunyai menu es dawet dan cao. Kedua minuman itu segar dan legit karena tetes tebu sebagai pemanis. ”Tetes tebu khusus saya datangkan dari Solo. Di Yogyakarta tidak ada yang jual,” kata Heny.
Saat erupsi Merapi, warung yang berjarak 22 km dari puncak Merapi itu tutup dua pekan. Selain ditinggal mengungsi, warung itu jadi tempat pengungsian. Baru dua hari ini kembali dibuka.Usai Merapi reda, nasi tumpang segera mengobati kerinduan.
LOS ANGELES- Avril Lavigne akhirnya menetapkan tanggal rilis album keempatnya ‘Goodbye Lullaby’. Album ini direncanakan rilis 8 Maret 2011, untuk single jagoannya What The Hell diluncurkan 31 Desemeber mendatang.
Meskipun telah bercerai dengan Vokalis Sum 41’s, Deryck Whibley, mereka berdua masih saling membantu penggarapan album ‘Goodbye Lullaby’. Di album ini Avril juga berkolaborasi dengan Evan Taubenfeld dan Butch Walker serta melibatkan penulis lagu dan produser Max Martin.
Menurut lansiran Aceshowbiz, Rabu (8/12/2010). Pelantun Girlfriend ini terus berbagi pengalaman pribadinya melalui tulisan dan musik. Album ‘Goodbye Lullaby’ tersebut merupakan sebuah evolusi dari seorang Avril, di mana suaranya terdengar lebih matang dengan musik yang lebih bervariasi. Album ini juga mengejawantahkan seluruh emosi Avril selama beberapa tahun belakangan.
Selain menyampaikan pesannya tentang kebebasan individu dalam What The Hell, Avril juga mengekspresikan rasa terima kasihnya untuk orang-orang teristimewa di hidupnya di nomor lagu Smile.
Lalu ia juga menceritakan tentang sisi kehidupannya yang rapuh pada Wish You Were Here dan ia juga mendeskripsikan saat menemukan kembali kekuatan dalam hidupnya melalui Goodbye.
Meskipun telah bercerai dengan Vokalis Sum 41’s, Deryck Whibley, mereka berdua masih saling membantu penggarapan album ‘Goodbye Lullaby’. Di album ini Avril juga berkolaborasi dengan Evan Taubenfeld dan Butch Walker serta melibatkan penulis lagu dan produser Max Martin.
Menurut lansiran Aceshowbiz, Rabu (8/12/2010). Pelantun Girlfriend ini terus berbagi pengalaman pribadinya melalui tulisan dan musik. Album ‘Goodbye Lullaby’ tersebut merupakan sebuah evolusi dari seorang Avril, di mana suaranya terdengar lebih matang dengan musik yang lebih bervariasi. Album ini juga mengejawantahkan seluruh emosi Avril selama beberapa tahun belakangan.
Selain menyampaikan pesannya tentang kebebasan individu dalam What The Hell, Avril juga mengekspresikan rasa terima kasihnya untuk orang-orang teristimewa di hidupnya di nomor lagu Smile.
Lalu ia juga menceritakan tentang sisi kehidupannya yang rapuh pada Wish You Were Here dan ia juga mendeskripsikan saat menemukan kembali kekuatan dalam hidupnya melalui Goodbye.
TIAP provinsi di Indonesia punya kekayaan budaya hingga layak dijadikan destinasi wisata. Sembilan provinsi menanti untuk kekayaan wisatanya dieksplor lebih dalam.
Sebagai negara yang dilintasi garis khatulistiwa, Indonesia memiliki beragam kebudayaan, ras, agama, dan keindahan alam. Tak seperti belahan dunia lain, keterlambatan pembangunan fisik di Indonesia membuat berbagai keaslian obyek wisata lebih bertahan, bersama varian pola sosiologis dan kultural yang ada di setiap pelosok Tanah Air.
Dari beberapa potensi pariwisata tersebut, Kemenbudpar mampu meraih devisa sebesar USD7 juta tahun 2010 untuk Indonesia.
“Dengan pencapaian tersebut, kami sangat bersyukur, karena selama sekian tahun kami hanya bisa mendapatkan USD 5 juta,” jelas Jero Wacik, Menteri Budaya dan Pariwisata saat membuka Rakornas Kemenbudpar 2010 di Balairung Gedung Sapta Pesona, Jakarta, belum lama.
Jero menambahkan, pencapaian tersebut diharapkan meningkat hingga pada 2014 bisa mencapai USD10 juta, dan pada 2024 bisa mencapai USD20 juta.
“Guna meningkatkan pendapatan dari pariwisata tahun depan, kami akan banyak mengadakan event-event budaya dan pariwisata. Agar para wisatawan mancanegara mau datang ke Indonesia,” tambahnya.
Dipaparkan Jero, beberapa daerah yang berpotensi tujuan wisata dan akan dibidik tahun depan, di antaranya Bangka Belitung, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Batam, Papua, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan.
Lebih lanjut, Indonesia pun punya porsi tersendiri untuk dinikmati sebagai Oriental Tourism (wisata Timur Jauh) oleh karena akar budaya Melayu yang kental dengan nilai keislaman.
Sebagai negara yang dilintasi garis khatulistiwa, Indonesia memiliki beragam kebudayaan, ras, agama, dan keindahan alam. Tak seperti belahan dunia lain, keterlambatan pembangunan fisik di Indonesia membuat berbagai keaslian obyek wisata lebih bertahan, bersama varian pola sosiologis dan kultural yang ada di setiap pelosok Tanah Air.
Dari beberapa potensi pariwisata tersebut, Kemenbudpar mampu meraih devisa sebesar USD7 juta tahun 2010 untuk Indonesia.
“Dengan pencapaian tersebut, kami sangat bersyukur, karena selama sekian tahun kami hanya bisa mendapatkan USD 5 juta,” jelas Jero Wacik, Menteri Budaya dan Pariwisata saat membuka Rakornas Kemenbudpar 2010 di Balairung Gedung Sapta Pesona, Jakarta, belum lama.
Jero menambahkan, pencapaian tersebut diharapkan meningkat hingga pada 2014 bisa mencapai USD10 juta, dan pada 2024 bisa mencapai USD20 juta.
“Guna meningkatkan pendapatan dari pariwisata tahun depan, kami akan banyak mengadakan event-event budaya dan pariwisata. Agar para wisatawan mancanegara mau datang ke Indonesia,” tambahnya.
Dipaparkan Jero, beberapa daerah yang berpotensi tujuan wisata dan akan dibidik tahun depan, di antaranya Bangka Belitung, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Batam, Papua, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan.
Lebih lanjut, Indonesia pun punya porsi tersendiri untuk dinikmati sebagai Oriental Tourism (wisata Timur Jauh) oleh karena akar budaya Melayu yang kental dengan nilai keislaman.
MUNDUR ke masa puluhan ribu tahun yang lalu, sebuah letusan maha dahsyat menciptakan kawah gunung berapi yang besar. Seiring waktu, kawah tersebut terisi air yang kemudian menciptakan sebuah genangan besar bernama Danau Toba.
Meski tercipta dari letusan yang menyebabkan musnahnya hewan, manusia dan tumbuhan, Danau Toba menjelma menjadi objek wisata yang mempesona. Ini menjadikannya salah satu obyek wisata terpopuler di Sumatra bahkan di Indonesia.
JIka dilihat, Danau Toba nampak seperti lautan dengan luas lebih dari 1.145 kilometer persegi. Ini membuatnya terlihat indah jika dilihat dari ketinggian. Ditambah lokasinya yang dikelilingi perbukitan, membuat suasana di sekitar danau terasa nyaman karena udaranya segar dan sejuk.
Anda dapat menikmati keindahannya dengan berenang atau pun menyewa perahu motor, mengitari sekitar danau. Sementara itu saat hari beranjak sore, Anda dapat menikmati suasana yag lebih hening dengan pemandangan cahaya matahari terbenam yang begitu indah.
Danau yang luas ini juga dikenal memiliki nilai magis dan kosmologis, karena dipercaya sebagai tempat berdiamnya leluhur Suku Batak. Bilamana masyarakat Suku Batak ingin menggelar acara adat di sekitar danau, mereka harus terlebih dahulu memohon izin kepada para leluhur
Seperti dalam perayaan Pesta Rakyat Danau Toba yang setiap tahunnya digelar, beberapa ritual dilakukan terlebih dahulu sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur.
Oiya di tengah danau, Anda juga akan menemukan sebuah pulau besar bernama Samosir yang berada pada ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut. Mengenai keberadaan Pulau Samosir, itu terbentuk karena tekanan magma secara terus-menerus yang belum keluar dari perut bumi.
Pulau Samosir mempunyai beberapa obyek wisata alam yang populer, yakni danau di atas danau (Danau Sidihoni dan Danau Aek Natonang), obyek wisata sejarah di komplek makam Raja Sidabutar Desa Tomok, dan wisata arsitektur komplek rumah tradisional Batak Toba Samosir.
Untuk mencapai lokasi wisata Danau Toba, Anda dapat melalui rute Kota Medan-Parapat atau pun melalui rute Medan-Berastagi yang berjarak lebih kurang 176 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih empat jam dengan kendaraan roda dua/ empat.
Meski tercipta dari letusan yang menyebabkan musnahnya hewan, manusia dan tumbuhan, Danau Toba menjelma menjadi objek wisata yang mempesona. Ini menjadikannya salah satu obyek wisata terpopuler di Sumatra bahkan di Indonesia.
JIka dilihat, Danau Toba nampak seperti lautan dengan luas lebih dari 1.145 kilometer persegi. Ini membuatnya terlihat indah jika dilihat dari ketinggian. Ditambah lokasinya yang dikelilingi perbukitan, membuat suasana di sekitar danau terasa nyaman karena udaranya segar dan sejuk.
Anda dapat menikmati keindahannya dengan berenang atau pun menyewa perahu motor, mengitari sekitar danau. Sementara itu saat hari beranjak sore, Anda dapat menikmati suasana yag lebih hening dengan pemandangan cahaya matahari terbenam yang begitu indah.
Danau yang luas ini juga dikenal memiliki nilai magis dan kosmologis, karena dipercaya sebagai tempat berdiamnya leluhur Suku Batak. Bilamana masyarakat Suku Batak ingin menggelar acara adat di sekitar danau, mereka harus terlebih dahulu memohon izin kepada para leluhur
Seperti dalam perayaan Pesta Rakyat Danau Toba yang setiap tahunnya digelar, beberapa ritual dilakukan terlebih dahulu sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur.
Oiya di tengah danau, Anda juga akan menemukan sebuah pulau besar bernama Samosir yang berada pada ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut. Mengenai keberadaan Pulau Samosir, itu terbentuk karena tekanan magma secara terus-menerus yang belum keluar dari perut bumi.
Pulau Samosir mempunyai beberapa obyek wisata alam yang populer, yakni danau di atas danau (Danau Sidihoni dan Danau Aek Natonang), obyek wisata sejarah di komplek makam Raja Sidabutar Desa Tomok, dan wisata arsitektur komplek rumah tradisional Batak Toba Samosir.
Untuk mencapai lokasi wisata Danau Toba, Anda dapat melalui rute Kota Medan-Parapat atau pun melalui rute Medan-Berastagi yang berjarak lebih kurang 176 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih empat jam dengan kendaraan roda dua/ empat.
MESKI status Gunung Bromo (2.329 mdpl) saat ini telah menurun dari Awas (level IV) menjadi Siaga (level III), namun objek wisata ikon Jatim itu masih belum aman bagi wisatawan.
Humas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Nova Elina, Selasa (7/12), mengatakan, pihaknya belum bisa membuka objek wisata Bromo tersebut, sebab untuk membuka perlu rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi "Meski statusnya telah menurun menjadi Siaga, namun kita perlu menunggu rekomendasi dari pusat, sebab keamanan wisatawan menjadi sangat penting," katanya.
Dengan menurunnya status tersebut, TNBTS akan menggelar rapat internal untuk menentukan tempat yang aman bagi pengunjung saat mengunjungi objek wisata Bromo.
Nova menjelaskan, berdasarkan laporan terakhir yang diterima oleh TNBTS, jarak aman yang sebelumnya 3 kilometer dari pusat abu vulkanik saat ini telah menurun menjadi 2 kilometer.
"Dengan menurunnya jarak aman ini maka secara umum obyek wisata Bromo juga masih belum aman, sebab pihak TNBTS harus menunggu rekomendasi dari pusat," ujarnya.
Sebelumnya, terhitung sejak Senin siang pukul 12.45 WIB status Gunung Bromo diturunkan dari Awas menjadi Siaga.
Kepala Sub-Bidang Pengamatan Gunung Api PVMBG Agus Budianto mengatakan, setelah melakukan pengamatan selama lima hari ada penurunan aktivitas vulkanik yang cukup siginifikan, sehingga statusnya saat ini telah menurun.
"Setelah kami amati selama lima hari terakhir, ada penurunan aktivitas vulkanis Gunung Bromo yang cukup signifikan, sehingga statusnya pun kami turunkan dari Awas menjadi Siaga," ujarnya.
Agus menjelaskan, dengan penurunan status tersebut, kawasan lautan pasir di seputar kawah Gunung Bromo akan dibuka kembali, namun secara terbatas dengan radius dua kilometer.
Hal ini dikarenakan risiko aktivitas gunung tersebut yang semakin kecil. "Lautan pasir bisa dilalui untuk masyarakat umum, namun dalam radius dua kilometer dari kawah," katanya
Humas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Nova Elina, Selasa (7/12), mengatakan, pihaknya belum bisa membuka objek wisata Bromo tersebut, sebab untuk membuka perlu rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi "Meski statusnya telah menurun menjadi Siaga, namun kita perlu menunggu rekomendasi dari pusat, sebab keamanan wisatawan menjadi sangat penting," katanya.
Dengan menurunnya status tersebut, TNBTS akan menggelar rapat internal untuk menentukan tempat yang aman bagi pengunjung saat mengunjungi objek wisata Bromo.
Nova menjelaskan, berdasarkan laporan terakhir yang diterima oleh TNBTS, jarak aman yang sebelumnya 3 kilometer dari pusat abu vulkanik saat ini telah menurun menjadi 2 kilometer.
"Dengan menurunnya jarak aman ini maka secara umum obyek wisata Bromo juga masih belum aman, sebab pihak TNBTS harus menunggu rekomendasi dari pusat," ujarnya.
Sebelumnya, terhitung sejak Senin siang pukul 12.45 WIB status Gunung Bromo diturunkan dari Awas menjadi Siaga.
Kepala Sub-Bidang Pengamatan Gunung Api PVMBG Agus Budianto mengatakan, setelah melakukan pengamatan selama lima hari ada penurunan aktivitas vulkanik yang cukup siginifikan, sehingga statusnya saat ini telah menurun.
"Setelah kami amati selama lima hari terakhir, ada penurunan aktivitas vulkanis Gunung Bromo yang cukup signifikan, sehingga statusnya pun kami turunkan dari Awas menjadi Siaga," ujarnya.
Agus menjelaskan, dengan penurunan status tersebut, kawasan lautan pasir di seputar kawah Gunung Bromo akan dibuka kembali, namun secara terbatas dengan radius dua kilometer.
Hal ini dikarenakan risiko aktivitas gunung tersebut yang semakin kecil. "Lautan pasir bisa dilalui untuk masyarakat umum, namun dalam radius dua kilometer dari kawah," katanya
Ki Hajar Dewantara Lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889.Terlahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Ia berasal dari lingkungan keluarga kraton Yogyakarta. Raden Mas Soewardi Soeryaningrat, saat genap berusia 40 tahun menurut hitungan Tahun Caka, berganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara. Semenjak saat itu, ia tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya. Hal ini dimaksudkan supaya ia dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara fisik maupun hatinya.
Perjalanan hidupnya benar-benar diwarnai perjuangan dan pengabdian demi kepentingan bangsanya. Ia menamatkan Sekolah Dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda) Kemudian sempat melanjut ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera), tapi tidak sampai tamat karena sakit. Kemudian ia bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar antara lain Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer dan Poesara. Pada masanya, ia tergolong penulis handal. Tulisan-tulisannya sangat komunikatif, tajam dan patriotik sehingga mampu membangkitkan semangat antikolonial bagi pembacanya.
Ki Hajar Dewantara seorang tokoh dan pelopor pendidikan yang telah mendirikan sekolah Taman Siswa pada tahun 1922.
Perjalanan hidupnya benar-benar diwarnai perjuangan dan pengabdian demi kepentingan bangsanya. Ia menamatkan Sekolah Dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda) Kemudian sempat melanjut ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera), tapi tidak sampai tamat karena sakit. Kemudian ia bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar antara lain Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer dan Poesara. Pada masanya, ia tergolong penulis handal. Tulisan-tulisannya sangat komunikatif, tajam dan patriotik sehingga mampu membangkitkan semangat antikolonial bagi pembacanya.
Ki Hajar Dewantara seorang tokoh dan pelopor pendidikan yang telah mendirikan sekolah Taman Siswa pada tahun 1922.
- Semboyan "Tut wuri handayani", atau aslinya: ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. Arti dari semboyan ini adalah: tut wuri handayani (dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan), ing madya mangun karsa (di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide), dan ing ngarsa sung tulada (di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik).








Recent Comments